Kamis 02 Feb 2023 17:38 WIB

Keutamaan Sholat Berjamaah dan Keteladanan dari Sahabat Nabi Muhammad

Sahabat Nabi Muhammad memahami keutamaan sholat berjamaah.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
 Keutamaan Sholat Berjamaah dan Keteladanan dari Sahabat Nabi Muhammad. Foto:  Sholat berjamaah di masjid Islamic Center Jakarta utara (Ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA
Keutamaan Sholat Berjamaah dan Keteladanan dari Sahabat Nabi Muhammad. Foto: Sholat berjamaah di masjid Islamic Center Jakarta utara (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Allah SWT menetapkan kewajiban sholat lima waktu berdasarkan waktu yang telah ditetapkan masing-masing. 

 إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Baca Juga

Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa 103).  

Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat, hamba tersebut segera bergegas mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan sholat. 

Ini karena ada banyak keutamaan bagi seorang Muslim yang bisa melaksanakan sholat di awal waktu. 

Sebagaimana dinukilkan dari kitab at-Targhib wat at-Tarhib karya Al-Mundziri, terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ad Daruquthni sebagai berikut. Rasulullah SAW bersabda: 

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوَّلُ الْوَقْتِ رِضْوَانُ اللَّهِ وَوَسَطُ الْوَقْتِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَاَخِرُالْوَقْتِ عَفْوُاللَّهِ عَزَّوَجَلَّ.

Rasulullah ﷺ bersabda, “(Sholat) awal waktu itu diridhoi Allah, dan (sholat) tengah-tengah waktu itu dirahmati Allah SWT, dan (sholat) di akhir waktu itu diampuni Allah SWT." 

Dalam redaksi hadits lainnya yang diriwayatkan Imam Ahmad dijelaskan sebagai berikut: 

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الْاَعْمَالِ الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا وَبِرُّالْوَالِدَيْنِ وَالْجِهَادُ  Rasulullah ﷺ bersabda, “Seutama-utamanya amal adalah sholat pada waktunya, dan berbakti pada orang tua, dan juga berjihad.”   

Teladan sahabat Nabi

Teladan mengenai amal sholat berjamaah ditunjukkan oleh para Para sahabat Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah manusia yang telah  mendapat keridhoan Allah, tetapi tetap taat beribadah. Salah satu contohnya adalah ketaatan para sahabat menjaga sholat di awal waktu dan berjamaah.

 

Sebagaimana dikisahkan, suatu ketika, Abdullah bin Mas'ud pergi ke pasar, lalu terdengarlah adzan. Ia melihat setiap orang meninggalkan barangnya dan bersegera ke masjid. Ia berkata, "Mereka inilah orang yang telah difirmankan Allah, "Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dari mendirikan shalat dan berzakat." (QS: An-Nuur:37).

Kisah lainya, Abdullah bin Umar pergi ke pasar, dan tibalah waktu sholat berjamaah. Setiap pedagang langsung menutup tokonya dan segera pergi ke masjid.

 

Abdullah bin Umar berkata, "Mereka adalah orang-orang yang difirmankan Allah:

"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dan dari mendirikan sholat, dan berzakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang." (QS An-Nuur:37).

Abdullah bin Abbas berkata, "Mereka sangat sibuk dengan perdagangan dan jual beli, tetapi jika terdengar suara azan, mereka segera meninggalkannya dan pergi ke masjid."

Abdullah bin Abbas juga berkata, "Demi Allah, mereka adalah para pedagang, tetapi perdagangan mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement