Rabu 25 Jan 2023 20:04 WIB

Ada Ancaman Resesi, BTPN: Industri Perbankan Masih Mampu Tumbuh

BTPN optimistis akan tetap tumbuh dengan berhati-hati di tengah ancaman resesi.

Kelompok Sentra AKT Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Siti Aminah merupakan kelompok Sentra Tangguh BTPN Syariah yang sudah berjalan sembilan tahun. PT Bank BTPN Tbk optimistis akan tetap tumbuh dengan berhati-hati di tengah ancaman resesi global pada tahun ini.
Foto: Republika/Lida Puspaningtyas
Kelompok Sentra AKT Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Siti Aminah merupakan kelompok Sentra Tangguh BTPN Syariah yang sudah berjalan sembilan tahun. PT Bank BTPN Tbk optimistis akan tetap tumbuh dengan berhati-hati di tengah ancaman resesi global pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BTPN Tbk optimistis akan tetap tumbuh dengan berhati-hati di tengah ancaman resesi global pada tahun ini.

"Saya rasa rata-rata industri perbankan di Indonesia cukup kuat dan mampu tumbuh tinggi. Kondisi ini yang menjelaskan optimisme masih ada di industri keuangan kita," kata Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar dalam media gathering di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Di kalangan perbankan, ia menuturkan manajemen risiko menjadi keniscayaan dalam mengelola bank sehingga kondisi perbankan nasional, termasuk Bank BTPN, cukup baik dalam situasi yang sulit. Maka dari itu, situasi tersebut diharapkan bisa dipertahankan BTPN untuk menjaga pertumbuhan diimbangi dengan kualitas aset yang tetap sehat dan permodalan yang baik. Modal BTPN mencapai hampir 26 persen jika dilihat dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR).

Dari sisi kredit, Henoch berharap pertumbuhan kredit pada tahun 2023 bisa terus tumbuh kendati target angka pertumbuhannya pada tahun ini masih didiskusikan. Untuk sektor yang masih dapat didukung pembiayaannya oleh Bank BTPN pada tahun ini adalah sektor energi dan pangan. Indonesia dinilai cukup beruntung karena memiliki berapa ketahanan di kedua sektor tersebut.

"Mungkin sektor-sektor ini masih dapat berkontribusi kepada pertumbuhan kredit di tahun ini," ujarnya.

Oleh karenanya, dirinya mengatakan Indonesia harus bersyukur memiliki ketahanan di dua sektor tersebut lantaran dibanding negara lain, kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. Dengan demikian setelah pandemi Covid-19 usai, pemulihan ekonomi diharapkan mendapatkan momentum.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement