Kamis 26 Jan 2023 06:15 WIB

Nama-Nama dan Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab memiliki 18 nama.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Nama-Nama dan Keistimewaan Bulan Rajab
Foto:

"Jadi tidak boleh ada pertempuran antar suku selama bulan-bulan ini, sehingga orang-orang akan menjamin jalan menuju Rumah Suci aman," ujarnya.

Wujud lain dari tidak menganiaya diri sendiri di bulan-bulan suci adalah menghindari berbuat dosa atau menzalimi orang lain. Sebagian ulama mengungkapkan pendapat dengan merujuk firman Allah itu memerintahkan umat Islam untuk tidak menganiaya diri sendiri khususnya di bulan-bulan suci.

Bahwa uang darah yang dibayarkan dalam kasus pembunuhan seseorang secara tidak sengaja dinaikkan sepertiga jika tindakan ini dilakukan di bulan-bulan suci. Namun perlu dicatat bahwa fatwa para ulama tersebut tidak didasarkan pada bukti langsung dari Alquran atau As-Sunnah.

Mengamati puasa sukarela di bulan-bulan suci, termasuk Rajab, dianjurkan. Dalam hal ini, Abu Dawud melaporkan atas otoritas Mujibah Al-Bahilyyah bahwa Nabi Muhammad berkata kepada ayah atau pamannya, "Amati puasa selama beberapa hari di bulan suci dan tinggalkan puasa untuk hari lain." Dia (Nabi Muhammad) mengatakan ini tiga kali, melipat tiga jarinya dan kemudian membukanya setiap kali. Nabi menggunakan tiga jari di sini dimaksudkan untuk menegaskan rekomendasi puasa selama bulan-bulan ini, dan bukan untuk menunjukkan jumlah hari untuk menjalankan puasa di dalamnya.

Oleh karena itu, melakukan perbuatan baik, termasuk puasa, di Rajab umumnya terpuji seperti melakukannya di bulan-bulan suci lainnya. Menurut Ibnu Hajar, tidak ada hadits, baik yang shahih maupun yang baik, yang menyatakan bahwa berpuasa di Rajab memerlukan pahala khusus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement