Kamis 12 Jan 2023 16:20 WIB

Tafsir Surat Hud Ayat 59: Kisah Binasanya Kaum yang Patuh ke Penguasa Sewenang-wenang

Kaum ‘Aad telah mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Kisah Binasanya Kaum yang Patuh ke Penguasa Sewenang-wenang
Foto: Pixabay
Kisah Binasanya Kaum yang Patuh ke Penguasa Sewenang-wenang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran mengisahkan kaum Aad yang digambarkan sangat kuat dan bersatu tapi dibinasakan karena mendurhakai Nabi Hud Alaihissalam. Salah satu alasan mereka mendurhakai Rasul-Nya karena mereka lebih menuruti perintah pemimpin atau penguasa yang sewenang-wenang dan keras kepala alias tidak mau mendengarkan nasihat Rasul-Nya.

وَتِلْكَ عَادٌ  ۖجَحَدُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهٗ وَاتَّبَعُوْٓا اَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ

Baca Juga

Itulah (kaum) Aad. Mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan, mendurhakai Rasul-Rasul-Nya, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala. (QS Hud: 59)

Pada ayat ini, menurut Tafsir Kementerian Agama, Allah SWT menerangkan itulah kisah kaum ‘Aad yang telah mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah dan mendurhakai Rasul-Nya yang diutus untuk memberikan petunjuk kepada mereka menuju jalan yang benar. Yaitu mengesakan-Nya dan mematuhi perintah-Nya.

Tetapi mereka (kaum Aad) hanya mau mematuhi perintah penguasa yang sewenang-wenang yang tidak mau mengikuti kebenaran walaupun dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang cukup meyakinkan.

Menurut Tafsir Al-Muyassar atau Kementerian Agama Arab Saudi, menjelaskan, kaum Aad telah kafir kepada ayat-ayat Allah dan mendurhakai Rasul-Rasul-Nya. Kaum Aad lebih menaati perintah para penguasa yang sombong kepada Allah yang tidak mau menerima kebenaran dan tidak tunduk kepada-Nya.

Menurut Tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, kaum Aad lebih menuruti perintah para penguasa yang sewenang-wenang, yakni penguasa yang menguasai manusia dengan kezaliman. Mereka juga penguasa yang menentang kebenaran, yakni menentang ayat-ayat Allah. Maka tidak heran kalau Allah membinasakan mereka.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement