Jawaban Nabi Musa Ketika Ditanya Firaun tentang Siapa Tuhan Sebenarnya? 

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Ahad 28 Aug 2022 08:31 WIB

Pemandangan umum Piramida Agung Giza, di Giza, Mesir lokasi makam para firaun (ilustrasi). Nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan membantah klaim ketuhanan Sang Raja  Foto: EPA-EFE/MOHAMED HOSSAM Pemandangan umum Piramida Agung Giza, di Giza, Mesir lokasi makam para firaun (ilustrasi). Nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan membantah klaim ketuhanan Sang Raja

Nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan membantah klaim ketuhanan Sang Raja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran menceritakan bahwa Firaun yang telah mengklaim diri sebagai tuhan bertanya kepada Nabi Musa siapa Tuhan semesta alam itu. 

Nabi Musa menjawab dengan bahasa yang bisa mudah dipahami  Firaun. Tafsir Surah Asy Syuara ayat 23 dan 24 menerangkan pertanyaan Firaun dan jawaban Nabi Musa tersebut. 

Baca Juga

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ

“Firaun berkata, "Siapa Tuhan semesta alam itu?" Dia (Musa) menjawab, "Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin." (QS Asy Syuara ayat 23-24)

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa setelah Firaun mendengarkan kata-kata Musa dan melihat sikapnya yang meyakinkan serta kesungguhannya menyampaikan dakwah terutama yang berhubungan dengan ketauhidan, yaitu supaya Firaun dan kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha-esa yang menciptakan mereka, maka Fir‘aun bangkit menentang. 

Firaun bertanya dengan nada marah, “Wahai Musa, engkau mengaku sebagai Rasul Tuhan semesta alam. Apakah Tuhan semesta alam itu?" 

Firaun sangat heran dan merasa tersinggung atas pengakuan Musa tentang kekuasaan dan keesaan Allah SWT, karena Firaun telah memproklamirkan kepada kaumnya bahwa dia satu-satunya tuhan, tiada tuhan selain dia, sebagaimana yang dijelaskan Allah SWT di dalam firman-Nya. 

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي 

“Dan Firaun berkata, "Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku." (QS Al Qasas ayat 38) 

Pada ayat ke-24 surat Asy Syuara ni, Allah SWT menerangkan jawaban Nabi Musa atas pertanyaan Firaun tentang Tuhan yang diakui Musa itu sebagai Tuhan yang mengutusnya. 

Untuk memudahkan pengertian Firaun tentang yang ditanyakan itu, maka Musa menjelaskan sebagian sifat-sifat yang menunjukkan kekuasaan Tuhan seru sekalian alam, sesuai dengan maksud pertanyaan Firaun.

Musa mengatakan bahwa Tuhan yang mengutusnya adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dengan sebaik-baiknya. 

Tuhan yang menjadikan matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan di langit, sungai-sungai, lautan, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan di bumi, angin, hawa, dan lain-lain yang ada di antara langit dan bumi.

Kalau memang Firaun dan kaumnya adalah orang-orang yang berkepala dingin, berpikiran sehat, dan memiliki hati yang terbuka, maka dengan jawaban Nabi Musa itu, tentu dia akan percaya dan meyakini keesaan Allah SWT yang mengutus Nabi Musa.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini