Mengapa Ayat-Ayat Alquran Diturunkan Berangsur-angsur?

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

 Selasa 28 Jun 2022 20:15 WIB

Ilustrasi Alquran Foto: Republika.co.id Ilustrasi Alquran

Allah SWT menurunkan Alquran secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Allah SWT menurunkan Alquran secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Alquran dalam Surah Al-Isra' Ayat 106 dan tafsirnya menjelaskan alasan mengapa ayat-ayat Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

Baca Juga

Alquran Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap. (QS Al-Isra': 106)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sebagian demi sebagian. Agar ia dapat membacakannya kepada umatnya, serta memberi pemahaman secara perlahan-lahan.

Ayat Alquran pertama kali diwahyukan di bulan Ramadhan, pada malam qadar, kemudian seterusnya diturunkan kepada Nabi berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi dalam tempo kurang dari 23 tahun.

Dengan penurunan Alquran secara berangsur-angsur itu, umat Islam memperoleh keutamaan dan manfaat yang besar. Pertama, kaum Muslimin mudah menghafalnya ketika diturunkan. Kedua, kaum Muslimin berkesempatan untuk memahami setiap kelompok ayat yang diturunkan, karena jangkauan maknanya yang luas memerlukan waktu yang cukup untuk memahaminya agar mendapat pemahaman yang tepat dan benar.

Ketiga, kaum Muslimin tidak mengalami kegoncangan jiwa yang berarti dalam menghadapi berbagai perubahan yang dibawa oleh Islam. Sebelum kedatangan agama Islam, mereka menganut kepercayaan animis yang bermacam-macam, dan tidak memiliki peraturan dan tata kehidupan yang dipatuhi. Penurunan Alquran secara berangsur-angsur mempermudah mereka menyesuaikan diri dengan ajaran-ajaran yang baru, baik ajaran yang berhubungan dengan akidah, maupun yang berhubungan dengan ibadah dan kemasyarakatan.

Keempat, sebagian ayat-ayat Alquran merupakan penjelasan yang berhubungan dengan suatu peristiwa yang terjadi.

Firman Allah SWT, "Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik." (QS Al-Furqan: 33)

Dengan demikian, kaum Muslimin merasakan bahwa mereka selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT ketika menghadapi setiap peristiwa yang terjadi di antara mereka.

Bagi Nabi Muhammad SAW, penurunan Alqur’an secara berangsur-angsur itu amat besar manfaatnya dalam memperteguh hatinya, seperti dijelaskan Allah dalam firman-Nya.

Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Alqur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar). (QS Al-Furqan: 32)

Pada umumnya ayat-ayat yang diturunkan berkisar antara lima sampai dengan sepuluh ayat sesuai dengan kebutuhan, sebagaimana dikatakan Umar bin Khattab

Diriwayatkan dari Umar, dia berkata, "Pelajarilah Alquran lima ayat-lima ayat. Karena sesungguhnya Jibril menurunkannya lima ayat lima ayat. (Riwayat al-Baihaqi).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id