Alquran Diturunkan Agar Umat Manusia Bahagia, Bukan Sebaliknya

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

 Ahad 26 Jun 2022 17:15 WIB

Ilustrasi membaca Alquran. Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia Foto: AP/Adel Hana Ilustrasi membaca Alquran. Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia

Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, —Semua agama samawi datang dibawa para nabi dan rasul untuk membahagiakan manusia. Khususnya Islam dengan sumber utama yakni Alquran dan hadits atau sunnah Rasulullah SAW dihadirkan oleh Allah SWT adalah untuk membahagiakan manusia.  

Karena itu menurut pakar tafsir Alquran yang juga ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Dr TGB Muhammad Zainul Majdi bahwa Alquran tidak mempersulit manusia.

Baca Juga

Sebagaimana Allah SWT dalam surat Thaha ayat 2 telah menegaskan bahwa Alquran tidak diturunkan untuk membuat susah. Terapi menurut TGB Zainul Majdi justru manusia sendiri yang secara tak sadar kerap mempersulit diri dalam beragama dan berkehidupan. 

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ “Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.”  

"Terkadang bukan hanya orang yang tidak suka pada agama yang mengatakan agama itu menyulitkan atau memberatkan, bahkan kita pun kadang sebagai umat Islam tanpa sadar kita juga menghadirkan agama dalam bentuk menyulitkan. Alquran ini bukan hendak memberatkan hidup kita. Bahkan sebaliknya Alquran itu dihadirkan Allah SWT supaya kita bahagia, supaya kita senang," kata TGB Zainul Majdi dalam program Ngaji Tafsir Alquran Bersama Gus Baha dan Tuan Guru Bajang yang diselenggarakan Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta beberapa hari lalu.  

Oleh karena itu, ulama yang pernah menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengatakan ketika seorang Muslim mengalami kesumpekan atau kesulitan dalam hidup, hal itu disebabkan karena kekeliruannya dalam beragama dan kesalahannya dalam memahami Alquran. 

Pada masa ini menurut TGB banyak orang yang beragama tapi terbolak-balik (at tadayun al ma'kus). Di mana seseorang yang mengaku beragama namun meninggalkan hal-hal yang penting dalam agama dan justru lebih antusias membahas hal-hal yang tidak penting atau bahkan yang memudaratkan.   

Lebih lanjut, TGB Zainul Majdi mengatakan bahwa ayat-ayat Alquran itu saling memperkuat satu sama lainnya.

Dan untuk memahami Alquran, maka memerlukan sumber lainnya, maka dari itu hadits berfungsi menguraikan, menjelaskan apa-apa yang tidak diterangkan secara rinci dalam Alquran.

Misalnya Alquran hanya memerintahkan untuk menjalankan sholat. Sedang untuk mengetahui tentang praktik sholat maka perlu mengetahui hadits Rasulullah SAW.  

"Karena itu tidak boleh dan tidak ada istilahnya ahlul quran dalam makna mau Alquran saja ngga mau tahu apa kata hadits. Ilmu yang mu'tabar, selalu Alquran bersama hadits rasul," katanya. 

Untuk memahami Alquran menurut TGB, seseorang juga perlu mengetahui asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat. Hal ini karena dalam sejumlah kasus, orang salah paham terhadap ayat Alquran karena tidak memahami sebab turunnya ayat.     

Sementara itu dalam kesempatan tersebut pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Alquran (LP3IA) Narukan, Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menjelaskan tentang pentingnya bahagia atau memiliki hati yang senang terlebih ketika berhadapan dengan Allah SWT.  

Bahkan saking pentingnya memiliki hati yang bahagia ketika bertemu Allah SWT, kata Gus Baha bahkan Allah SWT sampai memberikan pertanyaan yang ringan kepada Nabi Musa seputar tongkat yang dibawanya. Dimana menurut para mufasir pertanyaan ringan dari Allah SWT itu untuk menghilangkan grogi atau canggung yang dirasakan Nabi Musa.  

Lebih lanjut Gus Baha menekankan perlunya berbagai perangkat keilmuan untuk bisa memahami Alquran seperti melalui pendekatan fiqih maupun dengan balaghah. Sehingga seseorang tidak keliru dalam memahami Alquran.      

sumber : Dok Istimewa
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id