Tujuh Alasan Hati Tertutup Alquran

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 23 Jun 2022 12:58 WIB

Alquran dan terjemahannya dalam berbagai bahasa di Masjidil Haram, Arab Saudi. Ilustrasi Alquran. Foto:

Di antara amal ibadah yang terbaik adalah menyibukkan diri dengan Alqur'an

Abdullah bin Amr bin Al As (semoga Allah meridhoi mereka) meriwayatkan, Nabi (damai dan berkah atasnya) berkata, “Seorang Muslim adalah orang yang dari lidah dan tangannya orang Muslim aman; dan seorang muhajir (berhijrah) adalah orang yang menahan diri dari apa yang diharamkan Allah.” ( Al-Bukhari dan Muslim)

Ketiga, meninggalkan kitab-kitab Tafsir. Orang yang tidak berusaha untuk mempelajari makna ayat-ayat Al qur'an dan konteks historisnya tidak dapat merefleksikan Al qur'an dengan baik dan benar. Orang seperti itu tidak akan pernah bisa mendapatkan makna yang benar dari ayat-ayat atau interpretasi suara mereka. 

Dalam An-Nisa ayat 82, 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Tidakkah mereka menadaburi Al-Qur'an? Seandainya (Al-Qur'an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya.

Keempat, berpikir bahwa kisah-kisah Al qur'an tidak menjadi perhatian kita. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa kisah-kisah yang diceritakan dalam Al qur'an tidak ada hubungannya dengan kita. Mengapa kita harus memperhatikan diri kita sendiri dengan generasi Nabi Musa, Esa, Hud (saw)? Mengapa kita harus peduli dengan negara-negara yang 'binasa'? 

Pada prinsipnya, Al qur'an diturunkan kepada kita oleh Allah SWT untuk kita baca, renungkan isinya, dan pelajari dari perumpamaan dan kisah yang dikandungnya. Memang, Al qur'an bukan hanya catatan sejarah seperti yang mungkin dipikirkan beberapa orang, melainkan panduan bagi umat manusia menuju jalan yang benar melalui penerapan berbagai alat. Kisah Alquran itu sendiri, adalah salah satu alat itu. Dalam Yusuf ayat 111,  

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur'an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini