Selasa 14 Jun 2022 09:54 WIB

Airlangga: Anggaran PC-PEN Sudah Terealisasi Rp 95,13 Triliun

Realisasi anggaran PC-PEN baru mencapai 20,9 persen dari total Rp 455,62 triliun

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto menyebutkan, anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) per 3 Juni 2022, telah terealisasi sebesar Rp 95,13 triliun. Angka itu mencapai 20,9 persen dari alokasi anggaran sebanyak Rp 455,62 triliun.
Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto menyebutkan, anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) per 3 Juni 2022, telah terealisasi sebesar Rp 95,13 triliun. Angka itu mencapai 20,9 persen dari alokasi anggaran sebanyak Rp 455,62 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto menyebutkan, anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) per 3 Juni 2022, telah terealisasi sebesar Rp 95,13 triliun. Angka itu mencapai 20,9 persen dari alokasi anggaran sebanyak Rp 455,62 triliun. 

Dalam konferensi pers virtual pada Senin (13/6), Ia menyebutkan rincian realisasi anggaran PC-PEN per klaster program meliputi penanganan kesehatan terealisasi sebesar Rp 24,46 triliun atau 20 persen dari alokasi Rp 122,54 triliun. Utamanya untuk insentif perpajakan Vaksin/Alat Kesehatan, serta penanganan Covid-19 melalui Dana Desa.

Lalu perlindungan masyarakat terealisasi sebesar Rp 55,85 triliun atau 36,1 persen dari alokasi Rp 154,76 triliun. Terutama bagi program PKH, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa, BLT Minyak Goreng, dan BT-PKLWN.

Penguatan Pemulihan Ekonomi terealisasi sebesar Rp 14,83 triliun atau 8,3 persen dari alokasi Rp 178,32 triliun. Utamanya untuk program pariwisata, pangan, subsidi bunga dan IJP UMKM, serta insentif perpajakan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, beberapa negara mengalami kenaikan kasus Covid-19 karena varian baru BA.4 dan BA.5. Meski begitu, puncak kasus, dan tingkat hospitaliti serta tingkat kematian cukup rendah, sekitar sepertiga dari Varian Delta dan Omicron yang lain.

Saat ini sudah ada 8 kasus, sebanyak 3 kasus dari transmisi luar negeri dan 5 kasus dari transmisi lokal yang tersebar di Jakarta, Jabar, Banten, dan Bali. Disampaikan juga, dari ketiga indikator, kondisi Indonesia masih sangat baik.

Ketiga indikator yaitu Level Asesmen semua Kabupaten/Kota di Level 1, angka Positivity Rate rata-rata mingguan sebesar 1,09 persen dan angka Reproduksi Efektif sebesar 1,00 atau laju terkendali. Walau demikian, Presiden Joko Widodo tetap mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap hati-hati dan waspada, tanpa mengurangi dan menurunkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement