Takziah, Gubernur Jatim Minta Sebagian Koleksi Buku Buya Syafii

Rep: c02/ Red: Fernan Rahadi

 Sabtu 28 May 2022 09:50 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakoni takziah ke rumah almarhum Buya Syafii Maarif di Nogotirto, Sleman, DIY, Sabtu (28/5/2022). Foto: Muhammad Noor Alfian Choir Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakoni takziah ke rumah almarhum Buya Syafii Maarif di Nogotirto, Sleman, DIY, Sabtu (28/5/2022).

Tujuannya adalah untuk menyebar dan menyemai benih-benih pemikiran Buya Syafii.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Beberapa pejabat melakoni takziah ke rumah almarhum Buya Ahmad Syafii Maarif di Nogotirto, Sleman, DIY, Sabtu (28/5/2022). Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Dalam kunjungannya, Khofifah meminta sebagian koleksi buku yang akan dihibahkan. Tujuannya adalah untuk menyebar dan menyemai benih-benih pemikiran Buya Syafii di pesantren sekitar Lamongan, Jawa Timur. 

"Saya dengar ada rencana untuk koleksi buku Buya Syafii dihibahkan untuk Mualimin di sini. Saya mohon kalau bisa untuk sebagian bukunya dihibahkan di pesantren daerah Paciran, Karangasem, Lamongan," ungkap Khofifah, Sabtu.

Khofifah berpandangan Indonesia telah kehilangan sosok Buya Syafii yang merupakan intelektual Muslim yang mempunyai pikiran-pikiran besar untuk bangsa. 

 "Kita kehilangan sosok kharismatik yang dapat merangkul banyak kekuatan dengan pikiran-pikiran yang menyejukkan," ungkap Khofifah. 

Pemikiran Buya Syafii, kata Khofifah, layaknya payung yang dapat menampung banyak kalangan. Mulai dari kekuatan politik, agama, dan sosial.  "Salah satu ciri bapak bangsa adalah ingin negerinya sejuk, damai, penuh persatuan dan kesatuan," kata Khofifah. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id