Derajat Hadits tak Shahih Seputar Bulan Ramadhan

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 20 Apr 2022 01:30 WIB

Derajat Hadits Seputar Bulan Ramadhan. Foto:  Ulama hadits (ilustrasi) Foto: Blogspot.com Derajat Hadits Seputar Bulan Ramadhan. Foto: Ulama hadits (ilustrasi)

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf jelaskan derajat hadits tak shahih yang dikenal masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Banyak di antara hadits-hadits palsu yang tersebar di dunia. Ini juga termasuk hadits seputar bulan suci Ramadhan. 

Pimpinan Pesantren Al Furqon Al Islami Gresik, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf menjelaskan, sesungguhnya telah mutawatir dalam timbangan ahli hadits bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Baca Juga

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

"Barangsiapa berdusta padaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat di Neraka." (HR Bukhari dan Muslim)

"Berangkat dari hadits ini, terdorong untuk membuatnya sebagai nasehat dan peringatan kepada kita agar tidak terjatuh dalam berdusta kepada Nabi, atau menceritakannya atau juga mengamalkannya," kata Ustadz Abu Ubaidah. 

Berikut beberapa contoh hadits lemah dan palsu dalam masalah ini yang banyak beredar dan popular di masyarakat padahal tidak shahih dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka hendaknya seseorang mewaspadainya:

1. Keutamaan Bulan Ramadhan 

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فيِ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِيْ أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَانُ السَّنَةَ كُلَّهَا .... الخ

Seandainya sekalian hamba mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, niscaya mereka berangan-angan agar setiap tahun dijadikan bulan Ramadhan seluruhnya .... (hadits panjang). MAUDHU'. 

2. Awal Ramadhan Adalah Rahmat

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَوَسْطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَأَخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ.... الخ

Bulan yang awalnya berupa rahmat, pertengahannya berupa ampunan, dan akhirnya berupa pembebasan dari neraka .... (hadits panjang). LEMAH. 

3. Sehat Dengan Puasa

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat. LEMAH SEKALI.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id