Nikmat yang Allah SWT Berikan Lebih Besar Ketimbang Musibah atau Cobaan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 15 Apr 2022 07:32 WIB

Ilustrasi sujud syukur atas nikmat Allah SWT. Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba melebihi cobaan yang diiberikan Foto: Republika/Wihdan Hidayat Ilustrasi sujud syukur atas nikmat Allah SWT. Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba melebihi cobaan yang diiberikan

Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba melebihi cobaan yang diiberikan

REPUBLIKA.CO.ID, — Hidup ini sejatinya adalah ujian. Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah SWT dengan jenis ujian yang berbeda-beda. Sebagaimana Allah SWT berfirman:  

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q Al Baqarah ayat 155)

Baca Juga

Pendakwah yang juga Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH M Taufik Damas, mengatakan sebagai orang beriman pasti diuji Allah SWT.

Ujian tersebut bisa dalam bentuk rasa takut seperti kehilangan harta benda, bencana, dan lainnya. Atau juga ujian dalam bentuk rasa lapar karena kemiskinan, atau juga ujian berupa kehilangan harta seperti mengalami kerugian. 

Termasuk juga ujian adalah kehilangan nyawa seperti orang-orang yang dicintai meninggal dunia, selain itu termasuk juga ujian adalah kehabisan bahan pangan karena paceklik dan lainnya. 

Maka dari itu menurut Kiai Taufik selagi manusia hidup di muka bumi pasti akan mengalami ujian. Akan tetapi menurut Kiai Taufik setiap ujian yang menimpa setiap manusia itu sangat kecil dibanding dengan nikmat Allah SWT. 

Jika kita membandingkan segala ujian dengan nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita itu tentu kita tidak akan bisa menghitungnya, karena nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita jauh lebih besar dibanding segala bentuk ujian dalam hidup ini," kata kiai Taufik dalam Program Ngaji Alquran dan Tafsir yang disiarkan TV Nahdlatul Ulama beberapa hari lalu.   

Dari setiap manusia yang ditimpakan ujian, terdapat kabar kegembiraan bagi orang-orang yang sabar. Yakni mereka yang ikhlas menerima segala bentuk ujian. Karena mereka sadar bahwa ujian itu datang dari Allah SWT. Dan orang yang sabar menghadapi ujian maka akan mendapatkan limpahan pahala yang besar. Lalu siapa orang yang sabar itu? Yakni orang yang ketika ditimpa musibah mengucapkan kalimat istirja.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (QS Al Baqarah 156)

"Kita ini milik Allah SWT dan kita akan kembali pada Allah SWT. Ini satu deklarasi yang sangat penting dalam menghadapi segala ujian di muka bumi ini. Ada bentuk kesadaran bahwa pada hakikatnya kita ini tidak punya apa-apa, segala apa yang ada pada diri kita bahkan badan dan nyawa kita hakikatnya adalah milik Allah SWT, apalagi sekadar rumah, mobil, harta, hakikatnya hanya dipinjamkan oleh Allah SWT. Maka ketika semua itu harus hilang dari kita, kita menyadari betul bahwa semua itu hakikatnya milik Allah, bahkan nyawa kita, dan suatu saat kita akan kembali pada Allah tanpa membawa apapun, kecuali amal saleh," katanya. 

Baca juga: Calon Presiden Prancis Marine Le Pen Bersumpah akan Larang Jilbab Jika Terpilih

 

Maka orang yang sabar akan mendapatkan kebahagiaan. Mereka senantiasa mendapat rahmat dan petunjuk Allah SWT,  Dia berfirman: 

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah ayat 157)   

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id