5 Keterkaitan Antara Puasa dan Ketakwaan, Pelajaran dari Al Baqarah 183

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 13 Apr 2022 14:01 WIB

Ilustrasi puasa Ramadhan menekankan ketakwaan. Al Baqarah 183 menyatakan hubungan kuat antara puasa dan takwa Foto: Pixabay Ilustrasi puasa Ramadhan menekankan ketakwaan. Al Baqarah 183 menyatakan hubungan kuat antara puasa dan takwa

Al Baqarah 183 menyatakan hubungan kuat antara puasa dan takwa

REPUBLIKA.CO.ID, — Kandungan Surat Al Baqarah ayat 183, yang mana terdapat banyak pelajaran berharga berkaitan dengan ibadah puasa.  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Baca Juga

Dari ayat ini, menurut Prof HM Hasballah Thabib dalam karyanya "La'allakum Tattaquun: Seratus Satu Jalan Menuju Taqwa yang Harus Dilatih Selama Bulan Ramadhan", terlihat jelas adanya kaitan antara puasa dengan keimanan seseorang.

Prof Hasballah menjelaskan, Allah SWT memrintahkan puasa kepada orang-orang yang beriman. Dengan demikian, Allah SWT hanya menerima puasa dari jiwa-jiwa yang terdapat iman di dalamnya. Selain itu, puasa juga merupakan tanda kesempurnaan keimanan seseorang.

Dalam menjelaskan kandungan ayat tersebut, penulis juga mengutip pendapat ulama ahli tafsir, seperti Imam Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Al-Alusi, dan Al-Baghawi.

Di samping itu, penulis juga mengutip penjelasan dari Syekh Abdurrahman bin Nashir As Saadi dalam tafsirnya tentang keterkaitan antara puasa dna ketakwaan.

Syekh Abdurrahman menuturkan, puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketakwaan.  Hal ini karena, orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan lima keterkaitan lainnya antara puasa dan ketakwaan yaitu sebagai berikut: 

Pertama, orang yang berpuasa menjauhkan diri dari segala yang diharamkan oleh Allah SWT. 

Menurut Syekh Abdullah, ini juga merupakan bentuk takwa. Kedua, orang yang berpuasa melatih dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsunya.

Ketiga, puasa itu mempersempit gerak setan dalam aliran darah manusia, sehingga pengaruh setan melemah. Akibatnya maksiat dapat dikurangi. 

Baca juga: Calon Presiden Prancis Marine Le Pen Bersumpah akan Larang Jilbab Jika Terpilih

Keempat, puasa itu secara umum dapat memperbanyak ketaatan kepada Allah dan ini merupakan tabiat orang yang bertakwa.

Kelima, dengan berpuasa orang kaya akan merasakan perihnya rasa lapar, sehingga Dia akan lebih peduli kepada orang-orang fakir yang kekurangan. Menurut Syekh Abdurrahman, ini juga merupakan tabiat orang yang bertakwa. 

sumber : Harian Republika
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id