Obat Malaria akan Dijadikan Profilaksis di Area Kumuh India

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

 Senin 13 Apr 2020 12:45 WIB

Obat HCQS (ilustrasi). Tablet HCQS akan dibagikan gratis kepada warga Maharashtra, India. Foto: womenhealthcaretopics.com Obat HCQS (ilustrasi). Tablet HCQS akan dibagikan gratis kepada warga Maharashtra, India.

Tablet HCQS akan dibagikan gratis kepada warga Maharashtra.

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- Kekhawatiran akan kasus Covid-19 yang semakin meningkat membuat pemerintah Maharashtra, negara bagian di India, mempertimbangkan untuk memberikan tablet hidroksi kloroquin sulfat (HCQS) sebagai pencegahan penularan virus. Menteri kesehatan setempat Rajesh Tope mengatakan, HCQS digunakan untuk mengobati malaria dan telah ada contoh penggunaannya di AS sebagai obat pencegahan terhadap Covid-19.

"Kami berencana menggunakannya di Dharavi, tempat padat penduduk dengan risiko infeksi tinggi," kata Tope.

Baca Juga

Saat ini, Dewan Penelitian Medis India (ICMR) menyetujui HCQS sebagai obat pencegahan untuk petugas kesehatan saja. Rencana pembagian HCQS akan memiliki kriteria eksklusi yang ketat.

Tope mengatakan, pasokan HCQS di sana mencukupi. Akan tetapi, tentu saja, tidak semua warga Dharavi akan diberikan obat.

"Kami tidak dapat menyia-nyiakan sumber daya seperti itu," katanya, dilansir Times of India.

Rencananya, penerima obat akan terdiri dari mereka yang berisiko tinggi, mereka yang berada di karantina pemerintah, dan mereka yang bersentuhan dengan pasien positif. HCQS tidak hanya digunakan untuk mengobati malaria, tetapi secara rutin diresepkan untuk pasien dengan diabetes, rheumatoid arthritis, dan lupus.

Negara bagian akan mengirim proposal resmi ke Pusat dan ICMR dalam satu atau dua hari ke depan. "Setelah dokumen selesai, kami akan mendistribusikan tablet di antara orang-orang di pusat karantina di Dharavi," kata seorang pejabat.

Para pejabat kesehatan khawatir virus dapat menyebar dengan cepat di daerah-daerah berpenduduk padat. Apabila obat itu bekerja dengan baik di Dharavi, maka bisa menjadi pertimbangan untuk diterapkan di tempat lain juga.

Belum ada penjelasan rinci terkait berapa jumlah orang yang akan diberikan obat dan kapan pengobatan akan dimulai. Tetapi sebuah sumber melaporkan bahwa rencana HCQS telah dibahas dengan tim satuan tugas Covid nasional.

Dr Subhash Salunkhe, penasihat teknis negara bagian mengenai pengendalian pandemi, mengatakan, ada literatur medis yang memadai terkait penggunaan HCQS untuk pencegahan penularan virus. Rencana HCQS akan memiliki kriteria eksklusi yang ketat seperti karena memengaruhi jantung dan retina.

Spesialis penyakit menular dr Om Srivastava mengatakan, HCQS memiliki peran sebagai obat pencegahan di Covid karena dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Dr Shashank Joshi, Dekan Fakultas Kedokteran India, mengatakan, memang belum ada uji klinis yang membuktikan HCQS efektif dalam pencegahan corona, tetapi paling tidak dapat mencegah badai sitokin dalam kasus ringan hingga sedang.

Di India, HCQS disarankan sebagai obat pencegahan atau bagi mereka yang memiliki gejala ringan. Di AS, obat hendak digunakan untuk pasien yang sakit parah, tetapi ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa itu berfungsi dengan baik.

Jumlah kasus virus corona di India mencapai 9.000 pada akhir pekan, dengan kematian mencapai 329. Sedangkan Maharashtra melaporkan 221 kasus baru dan 22 kematian.

Itu merupakan angka satu hari tertinggi kedua untuk negara bagian di India. Negara bagian sejauh ini telah mencatat 1982 kasus Covid-19 dan 149 kematian. Mumbai, ibu Kota Maharastha sendiri menyumbang 16 kematian, korban tertinggi dalam sehari, dan 152 kasus baru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini