India dan Pakistan akan Buka Sebagian Wilayah Ekonomi

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

 Senin 13 Apr 2020 18:24 WIB

Petugas polisi Jammu dan Kashmir memaksa orang untuk berjongkok di dalam lingkaran yang ditandai untuk menjaga jarak sosial minimum di Jammu, India, Rabu (25/3). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan penguncian 21 hari di seluruh India, yang dimulai pada 24 Maret, dalam upaya untuk memperlambat penyebaran pandemi penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2 Foto: EPA Petugas polisi Jammu dan Kashmir memaksa orang untuk berjongkok di dalam lingkaran yang ditandai untuk menjaga jarak sosial minimum di Jammu, India, Rabu (25/3). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan penguncian 21 hari di seluruh India, yang dimulai pada 24 Maret, dalam upaya untuk memperlambat penyebaran pandemi penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2

Industri kecil India dan Pakistan akan dibuka di tengah pandemi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India dan Pakistan berencana untuk membuka sebagian wilayah ekonomi, di tengah pandemi virus corona. Perdana Menteri India Narendra Modi telah meminta kabinetnya membuat rencana untuk membuka beberapa industri penting.

Menurut catatan pemerintah yang ditinjau oleh Reuters, salah satu rencananya adalah membuka kembali beberapa industri manufaktur di sektor otomotif, tekstil, pertahanan, dan elektronik. Perusahaan dapat memulai seperempat operasional mereka sambil memastikan karyawannya untuk menjaga jarak sosial.

Baca Juga

"Seperti yang telah ditunjukkan oleh perdana menteri, kita harus bergerak menuju kegiatan ekonomi, sembari menjaga dengan sepenuhnya pembatasan wilayah dan jarak sosial,"  ujar kepala menteri negara bagian utara Haryana, Manohar Lal Khattar.

Khattar mengatakan, dia berencana untuk membagi wilayahnya menjadi tiga zona yakni zona merah untuk daerah dengan kasus virus corona terbanyak, dan zona oranye untuk kasus yang lebih sedikit. Sedangkan, zona hijau bagi wilayah yang dilaporkan tidak memiliki kasus virus corona.

"Di zona hijau, industri kecil dan menengah akan diizinkan untuk memulai operasi, asalkan pengusaha memberi kita upaya untuk memenuhi pedoman dalam huruf dan semangat. Kami ingin industri kecil memulai operasi dengan kapasitas lebih rendah terlebih dahulu," kata Khattar.

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan akan memimpin pertemuan dengan kabinetnya, termasuk otoritas sipil dan militer untuk memutuskan apakah lockdown akan diperpanjang setelah 15 April. Dalam pertemuan tersebut, Khan juga akan memaparkan rencana membuka kembali beberapa industri terutaka sektor konstruksi dan ekspor. Para pengusaha diizinkan untuk membuka kembali pabrik mereka dengan syarat mematuhi aturan jaga jarak sosial, dan menyemprotkan desifektan secara berkala.

"Kekhawatiran terbesar sekarang adalah orang-orang sekarat karena kelaparan. Dilema di satu sisi adalah menghentikan orang yang sekarat karena virus, dan di sisi lain, mencegah kematian akibat kelaparan akibat kuncian," kata Khan.

Pakistan mencatat 5.374 kasus virus corona jenis baru atau Covid-19 dengan 93 kematian. Sementara pada Senin (13/4), India mencatat 9.152 kasus virus corona dengan 308 kematian.

Kebijakan lockdown di India telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi India bisa turun menjadi 1,5 persen pada tahun fiskal yang dimulai pada 1 April. Pertumbuhan tersebut akan menjadi laju yang terlemah dalam tiga dekade. 

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id