Belajar Al-Arbain Haditsan, Ringkasan 40 Hadis

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 21 Apr 2022 02:55 WIB

Belajar Hadits Nabi Foto: Haji

Belajar Al-Arbain Haditsan, Ringkasan 40 Hadis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Metode penulisan yang digunakannya sangat sistematis karena latar belakang keilmuannya di bidang ilmu hadis riwayat dan dirayat yang sangat mendalam. Secara berurutan, Syekh Yasin menyebutkan hadis satu per satu sesuai dengan derajat kitab hadis yang pernah ada.

Tentunya, apa yang dilakukan Syekh Yasin tak hanya menukil lalu mencomot begitu saja dari kitab bersangkutan. Akan tetapi, disertai dengan menyebutkan sanad yang didapatkannya. Kitab yang menjadi nukilan pun sangat beragam mulai dari kitab shahih, sunan, musnad, mu’jam, mushannaf, hingga kitab hadis tentang fadlail a’mal.

Bahkan, Syekh Yasin menyertakan informasi singkat tentang hukum hadis yang dibahasnya berikut takhrij ijmali (takhrij global) akan keberadaan hadis serupa di kitab-kitab hadis lainnya.       

Syeikh Yasin memulakan kitabnya dengan enam kitab hadis mu’tabar yang menduduki rangking utama. Keenam kitab itu adalah Shahih al-Bukhar, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Jami’ at-Turmudzi, Sunan an-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah. Tak ketinggalan, kitab Muwaththa’ karangan Imam Malik, baik yang berasal dari riwayat Yahya maupun Muhammad menyusul dalam deretan keenam kitab tersebut, sedangkan tiga kitab yang termasuk deretan terakhir dalam kitab Syekh Yasin adalah kitab as-Sunnah karangan al-Kai, Hilyat al-Awliya’ karya Abu Nu’aim al-Ashfahani, dan kitab Amal al-Yaum wa al-Lailat karangan Ibnu as-Sinni.

Sebagai contoh, hadis pertama  yang disebutkan dalam kitab itu terdapat dalam kitab Shahih Bukhari tentang landasan haji qiran atau menunaikan ibadah haji sekaligus umrah. Riwayat hadis tersebut diperoleh Syekh Yasin dari Syekh Hafsh Umar bin Hmadan al-Mahrasi at-Tunisi, seorang pakar hadis di Arab Saudi.

Sanad yang disampaikan oleh Syekh Hafsh tak terputus dan menyambung hingga Muhammad bin Ismai’il al-Bukhari, sementara sanad yang dimiliki al-Bukhari tersambung dengan Ibnu Abbas dan Umar bin Khattab. Hadis tersebut berbunyi, Saya (Umar bin al-Khattab) mendengar Rasulullah bersabda saat berada di lembah al-Aqiq (sebuah lembah yang dekat al-Baqi’ yang berjarak 4 mil dari Madinah): Seorang utusan dari Tuhanku mendatangiku suatu malam dan berkata : Shalatlah di lembah yang diberkah ini dan berniatlah umrah dan haji (qiran).

Syekh Yasin lantas memberikan sedikit keterangan tentang hadis itu. Menurut dia, derajat hadis tersebut adalah sahih. Imam Bukhari meriwayatkannya dalam kitab al-Hajj dengan redaksi dan sanad sama persis. Hadis itu juga dirwayatkan oleh beberapa pakar antara lain, Abu Daud dan Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya, Ibnu Abi Syaibah dari kitab al-Mushannaf, dan Ibnu al-Jarud dalam kitab Shahih-nya. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id