Adab Berdoa

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 31 Jan 2023 23:15 WIB

Adab Berdoa. Foto: Berdoa (Ilustrasi) Foto: Republika Adab Berdoa. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Salah satu adab berdoa adalah memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ahmad bin Abdullah Isa dalam buku Ensiklopedia Doa dan Wirid Shahih Berdasarkan Alquran dan Hadist yang diterbitkan Pustaka Elba, 2006 menjabarkan adab-adab berdoa. Di antaranya yaitu:

Menghadap kiblat saat berdoa. Memulai doa dengan memuji Allah dan mengucap shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, lalu mengakhirinya juga dengan memuji Allah dan mengucap shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Mengangkat kedua tangan sampai setinggi pundak, sambil membeber kedua telapak tangan. Hal ini dilakukan pada selain kondisi setelah mengerjakan shalat fardhu.

Berwudhu, bersiwak atau menggosok gigi dan memakai wangi-wangian sebelum berdoa, jika hal ini bisa dikerjakan. Mengulangi setiap doa yang diucapkan sebanyak tiga kali.

Pertengahan antara terlalu mengeraskan suara dan tidak juga tanpa suara sama sekali. Disertai dengan kekhusyuan, kepatuhan, dan pengharapan yang besar akan dikabulkannya doa tersebut.

Selalu berdoa pada setiap keadaan. Yaitu, saat susah dan bahagia. Bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berdoa saat tertimpa bencana dan malapetaka saja.

Mengakui dosa yang dikerjakan, juga nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya saat berdoa. Tidak berdoa untuk suatu keburukan atas keluarga, harta, anak, dan jiwa.

Berdoa kepada Allah sambil ber-tawasul dengan tawasul yang disyariatkan. Seperti, berdoa dengan menyebut nama Allah Yang Agung, jika Allah dimintai dengan nama itu, pasti Dia mengabulkan permintaan tersebut. Berdoa seperti doa Nabi Yunus. Berdoa kepada Allah dengan menyebut Asmaul Husna. Berdoa dengan menyebut amal-amal shalih yang telah dikerjakan oleh orang yang berdoa.

Adab-adab dalam berdoa selanjutnya adalah memohon kepada Allah terlebih dahulu untuk diri sendiri, kemudian untuk orang lain. Kecuali jika sang pendoa ini menjadi imam.

Tidak mempersulit diri saat berdoa dengan mengucapkan kata-kata yang bersajak dan indah. Berusaha menangis saat berdoa karena takut kepada Allah SWT. Menampakkan kerendahan, kehinaan, kebutuhan yang sangat, kekhusyuan, dan ketaatan kepada-Nya. Ditambah dengan pengaduan kepada Dzat Yang Maha Perkasa atas segala kesusahan, kesempitan, malapetaka, dan bencana yang menimpanya.

Bertaubat kepada Allah dan mengembalikan hak orang. Tidak berlebihan dan melampaui batas dalam berdoa. Memohon kepada Allah SWT atas setiap hal yang kita butuhkan, besar ataupun kecil. Jangan membatalkan doa karena mempertimbangkan besar atau kecilnya suatu permohonan.

Tidak lupa berdoa untuk kebaikan kedua orang tua dan semua kaum mukminin, saat berdoa untuk kebaikan diri sendiri. Tidak terburu-buru untuk dikabulkannya doa. Memilih doa-doa yang yang isinya mencakup banyak hal. Berdoa dengan terus-menerus tanpa merasa jenuh ataupun bosan. Tidak mendongakkan kepala ke langit saat berdoa dalam shalat.

Berdoa, hanya memohon kepada Allah SWT saja. Adanya keinginan kuat, kemauan keras, dan kesungguhan dalam berdoa.

Tidak menyempitkan luasnya rahmat Allah kepada para hamba saat berdoa. Seperti mengucapkan, "Ya Allah Rahmatilah saya dan si fulan saja, jangan merahmati orang lain selain kami berdua."

Memanfaatkan waktu dan berbagai keadaan, yang membuat doa seseorang menjadi terkabulkan. Karena, waktu dan keadaan seperti itu tidak selamanya ada. Seperti saat sujud, saat di padang Arafah, saat di Raudhah, saat mengerjakan thawaf, saat sepertiga malam, dan lain sebagainya.

Mengerjakan amal shalih terlebih dahulu sebelum berdoa. Seperti bersedekah, mengerjakan shalat, berbuat baik kepada anak yatim, memudahkan orang yang kesusahan, memenuhi kebutuhan seseorang atau membaca Alquran.

Disunnahkan bagi orang yang berdoa, juga yang mendengar doa tersebut, untuk mengucapkan amin setelah berdoa. Ikut mendoakan kaum mukminin lainnya, terutama jika yang berdoa ini adalah seorang imam dalam shalat atau sedang bersama banyak orang.

Menggunakan doa-doa yang ma'tsur atau doa-doa dari Alquran dan hadits dalam situasi dan keadaan yang sesuai dengan doa tersebut, karena doa ma'tsur lebih utama daripada yang lainnya. Mengakhiri doanya dengan menyebut salah satu Nama Allah yang mulia (Asmaul Husna) sesuai dengan doa yang ia minta. Jika meminta ampun maka menyebut Ya Ghaffar atau meminta rizki maka menyebut Ya Razzaq.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Ramadhan, Puasa, dan Takwa