Naskah Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Penebar Kasih Sayang

Red: Ani Nursalikah

 Rabu 20 Apr 2022 20:31 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Penebar Kasih Sayang Foto: Pixabay Naskah Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Penebar Kasih Sayang

Hendaknya kita sebagai manusia meniru untuk memiliki sifat rahman Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Eko Harianto, Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta; Anggota Majelis Dikdasmen Sewon Utara

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ؛ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Baca Juga

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى؛ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memanjatkan puja dan puji sykur kita kepada Allah SWT yang tanpa henti memberikan semua nikmat kesehatan dan kesempatan. Tidak lupa juga untuk senantiasa bershalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. yang membawa peradaban Islam dan membebaskan umat dari zaman kejahiliyahan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 1:

ٱلرَّحۡمَٰنُ ١

“(Allah) Yang Maha Pengasih.”

Kata ar-Rahman merupakan salah satu dari nama Allah SwT (asma’u al-husna). Kata ar-Rahman bentuknya shighah mubalaghah yang berasal dari kata rahmah. Kata ar-Rahman berarti Yang Maha Pemurah, Yang Maha Pengasih.

Allah SwT menganugerahkan kasih sayang dan kebaikan kepada seluruh makhluk-Nya di segala zaman, ruang, tempat, dan keadaan dalam kehidupan ini. Allah SwT melakukan tanpa membedakan antara yang baik dengan yang buruk, yang beriman dan yang kufur, yang muslim dan non-muslim, yang bertauhid dan yang musyrik, yang dicintai dan yang dibenci, yang lemah dan yang kuat, yang meminta dan yang tidak meminta, yang di dalam bumi, yang di daratan dan di lautan. Allah SWT mencurahkan karunia-Nya kepada seluruh makhluk-Nya tanpa diskriminasi dan batasan, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-A’raf ayat 156:

… وَرَحۡمَتِي وَسِعَتۡ كُلَّ شَيۡءٖۚ … ١٥٦

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”

 

sumber : Suara Muhammadiyah
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id